Income Adalah: Pengertian dan Perbedaannya dengan Revenue

income-adalah

Terdapat beberapa istilah di dunia keuangan yang sering dilontarkan oleh banyak orang. Salah satunya tentang income dan revenue. Revenue dan income adalah istilah yang paling sering digunakan di dunia keuangan dan cukup penting dipahami.

Bagi para investor dan pengusaha yang baru memulai bisnis, tentu beberapa istilah perlu dipelajari, terlebih bagi Anda yang tidak memiliki latar belakang pendidikan bisnis. Ada kata atau istilah di dunia bisnis yang mirip dari segi arti dan maknanya, maka dari itu perlu dipahami dengan benar.

Pengertian Income Adalah…

Pengertian-Income-adalah

Income merupakan pemasukan atau pendapatan yang didapatkan setelah melakukan kewajiban kerja atau usaha. Namun dalam dunia keuangan, income bisa dianggap sebagai keuntungan bersih.

Umumnya, disebut sebagai keuntungan bersih karena jumlahnya mewakili total keseluruhan uang tunai yang tersisa dari seluruh pendapatan real. Dihitung sesudah perhitungan semua pendapatan dan biaya tambahan.

Biaya tambahan yang dimaksud adalah biaya operasional, biaya pokok penjualan, utilitas, bunga yang dibayarkan pada hutang, gaji, biaya pajak, amortisasi, biaya penyusutan, biaya darurat karena ada kejadian luar biasa, misalnya tuntutan hukum.

Sedangkan pendapatan tambahan dalam income adalah berasal dari pendapatan termasuk bunga yang diakumulasikan dengan investasi atau dana yang asalnya dari penjualan asset fisik maupun aset tak berwujud, misalnya obligasi.

Misalnya, Anda punya restoran dan menghasilkan laba bersih di angka Rp 1.000.000 setiap hari. Maka dalam satu bulan laba bersihnya adalah Rp 1.000.000 x 30 = Rp 30.000.000,-

Selanjutnya, Ana harus membayar sewa sekitar Rp 2.000.000 dan biaya bahan baku Rp 5.000.000.-. biaya karyawan yang harus dibayarkan Rp 1.000.000,- kepada 3 karyawan.

Sehingga jumlah income yang diperoleh adalah Rp 2.000.000 + Rp 5.000.000 + Rp 3.000.000 = Rp 10.000.000,-

Total jumlah yang dihasilkan tersebut disebut dengan income atau laba bersih yang diperoleh dari sebuah usaha yang dilakukan.

Nilai tersebut selanjutnya akan ditambah dengan sumber pendapatan lainnya sebagai bentuk pemasukan yang akan diterima oleh seseorang.

Pengertian Revenue

Pengertian-Revenue

Revenue juga kata yang sering muncul pada laporan laba usaha. Revenue adalah jumlah total dana tunai yang diperoleh dari hasil penjualan produk maupun jasa yang dijalankan oleh sebuah usaha.

Nilai revenue yang dimunculkan umumnya sudah dikurangi dengan retur atau diskon. Bisa dibilang, revenue merupakan keuntungan bersih yang diperoleh para pebisnis di jangka waktu tertentu.

Misalnya Anda punya warung, maka revenuenya total penjualan barang di warung dalam periode waktu tertentu, namun umumnya perhitungannya dalam satu bulan. Apabila anda memberikan diskon, maka bisa mengurangi hitungan yang diperoleh dengan total diskon yang diberikan kepada konsumen.

Sedangkan dana yang berasal dari sumber pendapatan lain, misalnya investasi atau baru menjual aset, maka uang ini tidak bisa dihitung sebagai revenue karena bukan berasal dari sumber pendapatan utama.

Seluruh dana yang diperoleh dari luar sumber pendapatan utama dapat dimasukkan dalam kolom lain pada laporan rugi laba.

Perbedaan Income dan Revenue

Perbedaan-Income-dan-Revenue

Meskipun nampak sama, tapi kedua istilah ini cukup berbeda. Revenue dan income memiliki beberapa poin perbedaan diantaranya.

1. Perbedaan dari sumbernya

Sumber income adalah keuntungan yang diperoleh hanya dari bisnis. Keseluruhan hasil penjualan, baik barang atau jasa, dihitung seluruhnya menjadi income perusahaan. Sedangkan revenue diperoleh dari hitungan keseluruhan pendapatan perusahaan. Termasuk bunga dari investasi dan deposito.

2. Perbedaan dari cara hitungnya

Perusahaan hanya perlu menjumlah semua komponen biaya dan penerimaan untuk mendapatkan revenue. Sangat berbeda dengan penghitungan income yang terdiri dari dua metode, yaitu net profit dan gross profit.

Gross profit dihitung dengan cara mengurangkan pendapatan dengan harga pokok. Sedangkan, perhitungan net profit dilakukan dengan mengurangi nilai total gross profit dengan biaya tidak langsung dalam kegiatan produksi.

Biaya tidak langsung terdiri dari biaya pajak, promosi dan biaya lainnya agar produk bisa diterima oleh pasar secara luas.

Lebih Baik Menginvestasi Revenue atau Income?

Lebih-Baik-Menginvestasi-Revenue-atau-Income

Apabila harus dikaitkan dengan investasi, manakah yang lebih baik dilakukan? revenue atau income? Sebenarnya, baik income atau revenue memiliki keunggulannya masing-masing. Namun, jika berhubungan dengan investasi, maka income jauh lebih menguntungkan.

Income yang diperoleh bisa dipindahkan menjadi investasi. Aktivitas investasi yang Anda lakukan dari income, akan menghasilkan revenue baru. Sehingga akan lebih menguntungkan. Selain itu, investasi dari income akan menghasilkan keuntungan lain yang lebih besar.

Investasi yang dilakukan di zaman sekarang lebih mudah. Hanya dengan dana Rp 100,000 saja, investasi bisa dilaksanakan. Income adalah sumber utama untuk berinvestasi.

Jenis-jenis Income

Income terdiri dari dua hal, terkait aktivitas finansial. Ini harus dipahami semua orang agar bisa diterapkan dalam pengaturan keuangan.

1. Active income

Active-income

Active income adalah keuntungan yang didapatkan dari kegiatan jual beli barang atau jasa. Sedangkan untuk karyawan, income merupakan pendapatan yang diperoleh dari perusahaan. Tujuan bekerja dan menjalankan bisnis adalah demi mendapatkan income atau penghasilan.

Anda tidak mendapatkan active income apabila tidak bekerja atau menjalankan usaha apapun.  Karena penghasilan tidak diperoleh, maka kebutuhan tidak dapat dipenuhi.

2. Passive income

Passive-income

Passive income adalah keuntungan yang bisa diperoleh walau tidak melakukan usaha atau bekerja dimanapun. Bahkan, hanya dengan rebahan, pemasukan tetap didapatkan. Passive income memberikan keuntungan tiada batas.

Apapun aktivitas yang sedang dijalankan, dengan passive income, pemasukkan tetap masuk ke rekening. Tentu saja, sebelum mendapatkan pemasukan secara passive, ada usaha yang harus dilakukan, salah satunya saham.

Anda bisa memperoleh passive income melalui investasi jangka panjang. Salah satu jenis investasi jangka panjang yang sering dipilih adalah saham.

Melalui investasi saham, Anda akan mendapatkan dividen setiap tahun. Terlebih jika perusahaan memperoleh keuntungan besar, maka pemasukan yang didapatkan semakin bertambah.

Agar dapat menghasilkan nilai investasi yang besar, tidak bisa diperoleh secara instan. Kerja keras harus dilakukan untuk mendapatkan modal investasi dalam jumlah besar. Nilai keuntungan yang diperoleh bergantung dengan jumlah modal yang ditanam.

Cara Meningkatkan Income dalam Berbisnis

Cara-Meningkatkan-Income-dalam-Berbisnis

Bisnis Anda bisa tetap berjalan jika meningkatkan income atau pendapatan. Meningkatnya income adalah tanda bahwa kondisi keuangan bisnis dalam keadaan baik. Teknik pemasaran harus diperbarui agar keuntungan makin bertambah.

Selain itu, Anda perlu melakukan beberapa strategi berikut ini agar pemasukan bisnis semakin meningkat.

1. Menentukan tujuan

Anda harus menentukan tujuan untuk mendapatkan kesuksesan berbisnis. Perlu adanya identifikasi agar tujuan kesuksesan dan cara pengembangannya. Anda harus menentukan sasaran keuntungan di setiap periode tertentu dalam berbisnis.

Target pendapatan yang harus diperoleh harus melampaui pendapatan kotor dan bersih. Selain itu, bisa menghasilkan tambahan pemasukan untuk dana cadangan. Setelah menentukan tujuan, Anda harus berupaya mendorong penjualan agar mencapai target tersebut.

2. Focus pada Pelanggan Tetap

Mendapatkan pelanggan baru membutuhkan kerja keras yang lebih. Sejalan dengan itu, pengeluaran yang harus dikeluarkan untuk memperoleh pelanggan baru lebih besar.  Maka dari itu, ada baiknya jika berfokus pada pelanggan tetap.

Anda bisa memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan tetap. Selain itu, Anda perlu memberikan apresiasi pada pelanggan lama. Misalnya dalam bentuk diskon. Hal tersebut akan membuat pelanggan lama jadi semakin setia menjadi pelanggan.

Hubungan baik yang terjalin dengan pelanggan tetap, bisa membawa pelanggan baru untuk membeli produk yang Anda tawarkan.

3. Tambahan layanan atau produk komplementer

Cara meningkatkan income adalah dengan menambah layanan. Penggabungan produk dan layanan gratis akan bisa menambah pendapatan. Contohnya dengan menyiapkan paket bundling untuk produk tertentu.

Pembeli akan mendapatkan harga lebih murah apabila membeli paket bundling dibanding membeli produk secara satuan. Ini akan menstimulasi pembeli untuk membeli produk secara paket untuk mengurangi pengeluaran, sedangkan keuntungan penjual semakin tinggi.

4. Mengasah strategi penetapan harga

Harga menjadi penentu keputusan pembelian. Harga harus disesuaikan antara produk dengan situasi pasar. Naiknya harga secara tiba-tiba, bisa menghasilkan banyak keuntungan bisnis, apabila jika tidak memberi dampak negatif pada penjualan.

Perlu adanya pemahaman harga produk pesaing dengan produk yang Anda hasilkan. Cara ini bisa menampilkan harga paling tepat di pasaran.

Menaikkan harga secara drastis bukanlah opsi terbaik. Anda lebih baik menaikkan harga dengan bertahap. Naiknya harga dalam jumlah kecil tidak berpengaruh besar bagi pembeli, namun berdampak besar bagi pendapatan usaha.

5. Tawarkan Diskon dan produk gratis

Diskon yang diterapkan dengan benar, bisa menghasilkan insentif bagi konsumen untuk membeli produk. Diskon bisa terdiri dari pengurangan harga secara musiman dan diskon semua produk secara keseluruhan dalam toko.

Strategi mendapatkan produk gratis untuk pembelian paket tertentu, akan membuat pembeli lebih tertarik. Contohnya, apabila Anda menjual perlengkapan mandi.

Dengan pembelian dua sabun dan tiga shampoo, maka berhak mendapat sikat gigi gratis. Strategi diskon ini dianggap sangat cocok untuk diterapkan untuk menambah pemasukan.

6. Tentukan teknik pemasaran yang efektif

Setiap pelaku usaha memiliki teknik pemasaran yang berbeda-beda. Sehingga, Anda perlu menentukan teknik pemasaran paling efektif untuk perusahaan. Teknik pemasaran yang tepat akan menambah jumlah pemasukan yang diperoleh.

Tips Meningkatkan Revenue Perusahaan

Tips-Meningkatkan-Revenue-Perusahaan

Semua pelaku bisnis selalu berharap bisa mendapat jumlah revenue yang selalu meningkat di setiap waktu. Hal itu hanya dapat diperoleh dengan strategi bisnis yang baik.

Pelaku usaha wajib menyeimbangkan revenue dan income. Pasalnya baik revenue maupun income adalah keuntungan yang diperoleh perusahaan.

Demi meningkatkan revenue, cara paling tepat adalah dengan mengontrol kondisi kas perusahaan. Dari segi pendapatan maupun pengeluaran, perlu adanya kontrol yang baik. Pelaku usaha, harus secara konsisten mencatat pemasukan dan pengeluaran perusahaan secara terperinci.

Disamping itu, aktivitas marketing dan promosi harus semakin dioptimalkan. Hal ini dilakukan agar promosi tepat sasaran dan tidak melebihi budget.

Bagaimanapun kondisi keuangan perusahaan, terpenting adalah biaya operasional terpenuhi. Setelah itu, pelaku usaha harus mencari cara untuk meningkatkan keuntungan.

Nilai revenue tidak ada artinya apabila rangkaian proses kerja perusahaan, tidak berjalan maksimal. Pengusaha harus memastikan bahwa jumlah revenue nilainya sebanding dengan income yang masuk ke perusahaan.

Tanpa adanya kesinambungan antara pendapatan dan sistem operasional perusahaan yang baik, maka nilai revenue tidak ada artinya. Pasalnya, revenue bisa dimaksimalkan apabila income berjalan secara stabil.

Income adalah pemasukan yang dapat dihasilkan oleh pelaku usaha dan karyawan. Melalui income, Anda bisa memenuhi kebutuhan hidup dan menjalankan kehidupan sebagaimana mestinya.

webmd.

Related posts